Lagu Anak Indonesia, Saat ini

Selasa, 23 Februari 2016


ACARA musik saat ini hampir ada di setiap stasiun televisi. Sayangnya, acara musik sekarang tidak seperti dulu yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan parahnya lagi, acara musik sekarang tidak dibedakan mana untuk anak-anak dan mana untuk dewasa.
Penyanyi anak-anak malah lebih sering tampil di acara musik dewasa, lirik-lirik lagunya pun cenderung ke arah dewasa, tidak sesuai dengan usianya.
Kali ini djamandoeloe.com ingin membawa Sobat Djadoel kembali bernostalgia dengan acara musik anak-anak zaman dulu. Mungkin Sobat Djadoel generasi 90-an ada yang masih ingat dengan beberapa acara musik anak-anak di bawah ini:

1. CII LUK BAA
Yang paling diingat dari acara ini adalah pembawa acaranya yang cantik, cerewet dan menggemaskan. Setuju enggak Sobat Djadoel? Karena memang, Maissy yang saat itu masih anak-anak dengan ciri khas rambut panjangnya mampu membawakan acara musik ini menjadi lebih hidup. Selain itu, Sobat Djadoel mungkin masih ingat dengan kalimat ini.
“Halo selamat sore teman-teman semua, kembali lagi sama aku Maissy di acara Cii Luk Baa… Muaaccchhhhh”.
Dulu, acara ini ditayangkan di SCTV. Dalam acara tersebut, Maissy juga tak lupa memutarkan video klip lagu anak-anak yang kala itu memang terbilang sangat banyak.

2. TRALALA TRILILI
Acara yang membuat nama Agnes Monica melejit ini dulu tayang sekitar jam 2 siang. Hampir sama dengan Cii Luk Baa, acara ini juga selalu memutar video klip dari lagu anak-anak yang populer saat itu. Dalam membawakan acara ini, Agnes tak hanya sendiri dia selalu ditemani oleh Kak Fery yang tak lain adalah Fery ME anggota dari boygrup ME. Selain bersama Fery, Agnes juga pernah membawakan acara ini bersama Indra Bekti. Di acara ini Agnes terlihat sebagai anak yang lincah dengan penuh bakat.

3. DUNIA ANAK – ANAK
Kalau acara yang satu ini banyak sekali pemandu acaranya. Hampir semua artis anak-anak dari Blackboard Record pernah membawakan acara ini seperti Kiki Boboho, Trio Kwek Kwek, Geovani, Cindy Cenora dan banyak lagi. FYI, Blackboard Record ini dulu adalah label record yang sangat terkenal untuk kalangan anak-anak.

4. Kring Kring Olala
Acara ini gak jauh beda sama acara anak-anak pada masa itu. Kring Kring Olala juga selalu memutarkan lagu anak-anak, tapi bedanya acara yang ditayangkan di TPI ini sudah mulai menerapkan konsep yang mengajak penonton tampil di studio. Mirip-mirp sama acara musik yang ada saat ini, tapi bisa dibilang ini versi anak-anaknya.
Dalam acara ini penonton yang ada di rumah juga bisa merequest lagu dan kirim-kirim salam lewat telepon interaktif.
Kata-kata jargon dari acara ini adalah ketika sang HOST bilang “Apa Kabar Dunia?”, semua penonton di studio akan menjawab “Tetep Asik”.

Sangat menyenangkan memang acara-acara tv saat itu, bahkan anak-anak selalu dimanjakan dengan berbagai acara televisi untuk seumurannya. Bisa dibilang, musik anak-anak di era 90-an sangat merajalela karena hampir setiap hari lagu anak-anak selalu ada di stasiun televisi. Tidak seperti sekarang ini, anak-anak hanya menonton acara-acara dewasa. Walaupun ada acara musik anak-anak, namun tetap saja yang dinyanyikannya malah lagu dewasa. Semoga acara anak-anak seperti ini bisa hidup kembali dan menjadi hiburan bagi ribuan anak-anak di Indonesia. ( sumber : http://djamandoeloe.com/)

Pointnya adalah, banyak anak-anak yang seharunya menyanyikan lagu-lagu yang memang diperuntukan untuk kalangan anak-anak tergerus oleh lagu-lagu dewasa, disebabkan karna media pertelevisian Indonesia belakangan ini tidak mendukung atau menampilkan acara-acara anak yang sempat hits dijamanya serta peran orang tua yang membolehkan atau malah mendukung anaknya. Ataukah mungkin acara anak untuk saat ini tidak menjual?
Sempat beberapa kali media swasta membuat ajang bernyanyi untuk anak-anak, tapi sayang banyak lagu-lagu yang dibawakan juga lagu-lagu dewasa, yang kontenya kurang cocok untuk dibawakan oleh anak-anak. Kita sebagai orang tua harus mengawasi tumbuh kembang anak, bayangkan apabila anak kita sudah mulai mengeluarkan kata, cinta, peluk, cium, bunuh aku, dimadu, cinta 1 jam saja, kata-kata yang sering kita jumpai di lagu-lagu dewasa, Tak jarang mereka akan bertanya-tanya arti kata yang mereka temui / nyanyikan. dan tak jarang pula mereka akan bertanya ke lingkungan pergaulan terdekat,yakni teman. 
Karna sama-sama tidak tahu maka timbul pemahaman yang salah, tentu saja pemahan yang salah ini akan berdampak padat utur kata dan moralitas anak.
Sebagai orang tua sudah seharunya melakukan pengawas untuk anak, dan kita semua berharap stasiun-stasiun tv indonesia kembali menampilkan acara-acara anak yang berkualitas.




1 komentar:

 
Copyright © 2016. Sepektrum.
Creative Commons License